Kamis, 04 Oktober 2012

PLN, Cahaya untuk Indonesia


        Hidup tanpa cahaya akan hampa, harus berjalan dan berlari, kemudian mengejar cita-cita. Butuh perjuangan keras dan semangat baja, walau kadang jalan tak semulus yang diharapkan. Bapak, dengan ‘gaya’ ceritanya yang khas selalu membakar energi semangatku mengejar cita-cita. Dalam rekam jejak pengasuhan anak-anaknya, selalu terselip kata BERSYUKUR.
          Memoriku terlempar jauh, saat aku masih duduk dibangku kelas tiga SD,
          “Bapak dulu, belajar tidak ada lampu, tapi pakai teplok yang disiapkan mbahmu, nduk”. Kata beliau mengawali sebuah cerita tentang perjuangannya menuntut ilmu
Teplok itu terbuat dari kaleng bekas yang diberi sumbu kompor dan diberi minyak tanah” tambahnya
Aku duduk tenang dan mengangguk faham
“Waaaah, kalau pas lagi ngantuk berat, ujung rambut bapak terbakar dan kening bapak terasa panaaas” leluconnya kembali muncul
“Hahahaha….” aku dan ibu kompak tertawanya
“Lho kok ketawa?? Makanya sekarang sudah ada listrik, banyak bersyukur dan belajarnya yang rajin, nggak boleh males-malesan”.
Nggih bapak, faham!” Aku tersenyum simpul

Lain cerita dengan ibu, yang punya latar belakang dari keluarga mampu.

“Kalau  ibu dulu salut dengan mbah kakungmu, rul”. Ujar Ibu sambil menyetrika baju
“Kenapa, bu?”
“Mbah kakungmu dulu, bisa kaya karena listrik”
“Lha, dulu zamannya ibu masih kecil, listrik udah masuk desa tho?!?” keningku berkerut
“Mbah kakungmu pinter dan kreatif, saat itu kampung tidak ada listrik sama sekali, tapi mbah kakungmu beli kabel-kabel panjang dan listrik diambil dari tenaga diesel yang membutuhkan BBM berupa solar kemudian disalurkan ke warga sekitar yang berminat, tiap warga membayar uang listrik seminggu sekali, jadi kata mbah kakungmu, tidur pun bisa dapet duit yaitu setoran warga yang membutuhkan listrik tadi” jelas ibu
“Wuiiiih keren ya?” kataku, *Ehhmm...istilahnya sekarang sih financial freedom. Hehehe
“Hidup zaman dulu serba susah rul! sekarang serba listrik, semua pekerjaan cepat selesai juga karena listrik, dulu pengen lihat televisi aja harus berdesak-desakan di balai desa” Celoteh ibuku
“Makanya, bersyukur….gunakan fasilitas yang ada sekarang dengan baik!” imbuhnya

Listrik dan Tugas PLN
Sekarang kita memang harus banyak bersyukur, kalau dulu bapakku belajar di malam hari pakai teplok,  sekarang aku dan kamu bisa menikmati cahaya lampu, ibu sekarang sudah pakai magic jar buat menanak nasi, mesin cuci buat mencuci, kulkas buat nyimpan makanan, blender buat menghaluskan bumbu, mixer buat mencampur adonan kue, dan masih banyak lagi.
Peralatan rumah tangga yang kita pakai telah menggunakan listrik untuk menggantikan energi manual. Beragam benda elektronik lainnya yang aku sebutkan di atas dapat bekerja karena memperoleh energi listrik. Nggak bisa dipungkiri, listrik sudah menjadi kebutuhan penting bagi kehidupan manusia modern. Masih ingat pelajaran SMP dulu? Sejarah penemuan listrik mula-mula diselidiki oleh orang Yunani Kuno, kurang lebih 6.000 tahun Sebelum Masehi. Mereka mengamati batu ambar yang mampu menarik benda-benda ringan setelah batu tersebut digosokkan pada selembar kain wol. Batu ambar yang digosok dengan wol dikatakan mempunyai muatan listrik [1].
Nah, kalau di Indonesia Ketenagalistrikan dimulai pada akhir abad ke-19, ketika beberapa perusahaan Belanda mendirikan pembangkitan tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Pengusahaan tenaga listrik untuk kepentingan umum dimulai sejak perusahaan swasta Belanda NV. NIGM memperluas usahanya di bidang tenaga listrik, yang semula hanya bergerak di bidang gas.
Kemudian meluas dengan berdirinya perusahaan swasta lainnya. Setelah diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia, tanggal, perusahaan listrik  17 Agustus 1945 yang dikuasai Jepang direbut oleh pemuda-pemuda Indonesia pada bulan September 1945, lalu diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia. Pada tanggal 27 Oktober 1945 dibentuklah Jawatan Listrik dan Gas oleh Presiden Soekarno. Waktu itu kapasitas pembangkit listrik hanyalah sebesar 157,5 MW. 
Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.
Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang. [2]
PLN merupakan perusahaan penyedia jasa kelistrikan terbesar di Indonesia. PLN mempunyai tugas utama untuk membangkitkan, menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik kepada masyarakat Indonesia.
Makanya, kita seharusnya berterimkasih lho kepada PLN

Di sekolah, fasilitas juga semakin canggih, serba listrik
Ini alat elektronika yang ada di rumah
    
         Dirumah, di sekolah atau di tempat kerja, kita sudah bisa menikmati listrik, semua peralatan yang kita butuhkan bisa nyala karena listrik, bayangin kalau sejam saja listrik padam, pasti pada ngomel sana ngomel sini. Seringkali yang jadi sasaran empuk kemarahan kita ketika listrik padam adalah PLN. Betul nggak? *Ayoooo….ngaku! hehehe 

 Realita dibalik kerja keras PLN
          Coba deh kita resapi kalimat ini,
    Tugas PLN itu membangkitkan, menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
          Kebayangan kan betapa berat dan rumitnya tugas PLN, dengan ‘lahan garapan’ yang sangat luas dan banyaknya pulau di negara kita.  Data Departemen Dalam Negeri berdasarkan laporan dari para gubernur dan bupati/walikota, pada tahun 2004 menyatakan bahwa 7.870 pulau yang bernama, sedangkan 9.634 pulau tak bernama [3] 

Gambar diambil di sini

Berkaitan dengan  tugas PLN, aku menemukan kisah tentang ‘kampung tanpa listrik’  di zaman serba canggih kayak begini yaitu dusun Kedungnoyo, Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Nganjuk. Kota ini bertetangga dengan kotaku, aku baca dari salah satu media surat kabar nasional. 

Sumber : Jawa Pos-Radar Nganjuk 26 September 2012

Disana tidak ada pasokan listrik sama sekali, setelah sekian lama berupaya mengadu ke PLN belum ada tindak lanjut proyek listrik masuk desa. Adapun upaya  lain yang dilakukan warga, menyambung listrik secara berkelompok dari tetangga desa yakni Desa Sambikerep. Ada 20 KK yang ikut bergabung, namun ternyata mereka tetap tidak bisa menikmati aliran listrik dengan nyaman. Pasalnya, aliran listrik sering bermasalah, karena tidak lancar. “Antara kebutuhan dan pasokan listrik yang ada tidak seimbang” kata Lamiati, salah satu warga Kedungnoyo
 Minyak tanah yang digunakan untuk lampu teplok dibandrol dengan harga 12 ribu per liter. Hal ini tentu sangat mempengaruhi perekonomian mereka, karena penghasilan yang dibawah rata-rata, uang belum tentu ada setiap hari. Belum masuknya listrik permanen ke kampung ini membuat warga merasa terisolir dan tidak bisa melihat perkembangan dunia luar melalui televisi. Selain itu, kehidupan warga di sana juga kurang dinamis, mengerjakan banyak hal secara tradisional dan bergelap-gelapan di malam hari, apalagi anak –anak juga susah belajar.
Eeeitss, mereka tidak menyerah begitu saja lho! Ada warga yang mencari solusi lainnya dengan menggunakan listrik tenaga surya yaitu tenaga listrik yang diperoleh dari sinar matahari, lalu mereka simpan dalam accu untuk ditandon. Hasilnya, malam bisa digunakan. Namun, apabila memasuki musim penghujan, cara ini sulit dilakukan. Sehingga, ketika malam tetap saja berteman dengan kegelapan.[4]
Memang, secara georgafis, wilayah dusun kedungnoyo dikelilingi kawasan hutan yang cukup luas. Namun apapun kendalanya, bukankah hal ini sudah menjadi tanggung jawab PLN dan pemerintah daerah setempat untuk bisa menyediakan aliran listrik permanen ke daerah tersebut?
Harapan besar bagi penulis, semoga melalui tulisan ini, pihak PLN segera ‘PROAKTIF’ dalam menindak lanjuti dengan cepat.  Selalu ada jalan, apabila serius untuk merealisasikannya. Apalagi di PLN, banyak SDM yang berkualitas dan professional. Yaa…aku yakin sekali orang-orang PLN itu pintar dan hebat.
Masih banyak desa terpencil lainnya juga belum bisa menikmati aliran listrik. Mereka tengah lama menanti perubahan, berharap kelak generasi di masa datang akan cerah, hidup lebih dinamis dan ada canda tawa saat malam, dibawah terangnya sinar lampu. Suatu saat akan ada setitik asa warga Kedungnoyo. Demikian juga, tidak ada lagi wajah muram daerah terpencil di Indonesia yang belum teraliri aliran listrik. 
Harapanku yang lain untuk PLN 

          Harapan 1 : Bersihkan Noda Korupsi

Berita yang aku peroleh pada hari Jum’at, 3 Agustus 2012 terkait hal ini bahwa Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) akhirnya menetapkan General Manager (GM) PT PLN Sulawesi Maluku dan Papua (Sulmapa), Suaib Sakariah sebagai tersangka dalam kasus korupsi penggelembungan anggaran sewa kendaraan dinas (randis) yang merugikan negara hingga Rp 3,721 Miliar. Penetapan tersangka dalam kasus tersebut diungkapkan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Chevy Achmad Sopari kepada Kompas.com [5]
 
Aaiiih.... Tikus kok doyan makan kabel? :)
 Bosan ya denger kasus korupsi? Apalagi yang masuk kategori ‘kelas kakap’. Hehehe
Korupsi itu kan penyalahgunaan kepercayaan untuk kepentingan pribadi.  Tapi berita diatas tentu tidak bisa digeneralisir untuk semua unit PLN se-Indonesia, ini hanya sebagai info saja ternyata dalam tubuh PLN masih ‘kotor’. Semakin tinggi korupsi suatu lembaga atau instansi pemerintah, maka hal itu bakal membuat belanja pemerintah di sektor infrastruktur semakin boros. Coba deh uang ini digunakan untuk pemasangan listrik di daerah terpencil?? Pasti lebih bermanfaat untuk masyarakat, setuju, kan?!?!
Nah, kalau bicara korupsi ‘kelas teri’, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang mengeluhkan sulit dan mahalnya melakukan pemasangan listrik baru, ditambah adanya biaya tambahan untuk jaringan, tiang listrik, Kwh meter, dan sebagainya. Salah satu warga di desaku mengatakan kalau masih ada saja oknum petugas PLN yang menawarkan jasa pemasangan jaringan listrik ke rumah dengan harga yang jauh lebih tinggi. *dimana-mana ini sudah jadi rahasia umum kaliieeee…..*hehe
Yang jelas, perlu adanya sosialisasi terkait hal ini, terutama untuk masyarakat di desa yang tingkat pendidikannya menengah ke bawah, mereka mau lho membayar mahal demi listrik kepada si calo, karena ketidaktahuan harus melaporkan kemana. Sepertinya, Mobil PLN perlu dirintis dari Humas PLN? Bertujuan melakukan sosialisasi, pendekatan dengan warga. Tanya jawab seputar listrik. Oh ya, tentang hal ini juga, info migrasi dari meteran listrik konvensional atau pasca bayar ke prabayar, warga atau pelanggan PLN tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis. Sedangkan untuk pemasangan instalasi listrik pintar atau prabayar baru, pelanggan PLN dikenakan biaya Rp 750 per VA. Dengan  rincian untuk pemasangan instalasi listrik berdaya: 450 Kwh dikenakan biaya Rp 337.500; 900 Kwh dikenakan biaya Rp 675.000; 120 Kwh dikenakan biaya Rp 900.000. (Ternyata nggak lebih dari satu juta, ya?, padahal info terakhir dari tetanggaku membayar sampai Rp 1.200.000,- untuk pemasangan listrik baru:)

Harapan 2 : Maksimalkan Pelayanan

PLN segera mengambil kebijakan yang tepat tentang kenaikan TDL, khawatir akan menambah berat beban masyarakat secara langsung, dimana pengguna jasa PLN tak mampu membayar dan menjerit, terutama bagi mereka yang tergolong ekonomi menengah ke bawah. Sedangkan penambahan berat beban masyarakat secara tidak langsung, yaitu dengan menaikan TDL akan berdampak terhadap biaya produksi, yang pada gilirannya pula membuat kenaikan produk komoditi tersebut.

Tugas PLN Secara Teknis, misalnya kecepatan penyambungan, mutu tegangan, frekuensi, kontinuitas pasokan dan kecepatan dalam pemulihan gangguan dan seterusnya. Harapanku juga dilakukan cepat, tanggap dan gratis.  
Sekedar cerita, Bargainser (Meteran Listrik) tetangga depan rumahku, sering bunyi usai pemasangan listrik prabayar.
“Kenapa nggak menghubungi PLN saja, pak?” tanyaku
“Nggak usah, mbak….nanti bayar lagi, nggak apa-apa bunyi terus.” Jawab bapak tersebut

*Hadeeehhwww, ternyata image buruk yang lama masih belum hilang di benak masyarakat, semoga PLN mampu merubah persepsi buruk ini yaa.
Sedangkan pelayanan secara non teknis seperti kualitas layanan (services) keramahan petugas loket, operator telepon, pelaksana opal, kemudahan membayar, kenyamanan, ruang tunggu sampai keterbukaan (tranparancies) proses dan mekanismenya, sekaligus pelayanan informasi juga perlu ditingkatkan, supaya masyarakat ‘melek’ listrik.

Usulan juga, ada jadwal khusus dari PLN untuk memberikan edukasi tentang kelistrikan kepada masyarakat, dikemas menarik dengan bahasa yang sederhana supaya dipahami masyarakat awam, misalnya  mengenai jenis-jenis perlengkapan yang dipasang dalam instalasi listrik rumah (Bargainser (Meteran Listrik), Pengaman Listrik (Sekering atau  Panel Hubung Bagi), Pengaman thermal (MCB atau Circuit Breaker)  supaya lebih familiar *aku sendiri juga belum ngeh. Hehe…termasuk hal-hal yang berkaitan dasar dan faktor keselamatan dari alat-alat listrik yang sering kita pakai di rumah.


Harapan 3 : Sediakan Infrastruktur yang Memadai dan Aman

Maraknya kebakaran di pemukiman yang padat penduduk, ditambah dengan bangunan yang saling berhimpitan disinyalir akibat arus pendek listrik. Dari PLN, perlu segera membenahi instalasi listrik  melalui sweeping terhadap rumah penduduk secara berkala. Begitu juga dengan jaringan listrik yang ada dipinggir jalan ditata, sehingga terlihat rapi dan tidak sembrawut. Jangan sampai ada kabel Jaringan Tegangan Rendah (JTR) menyentuh tiang listrik dan membuat tiang listrik tersebut teraliri listrik. Mengantisipasi adanya korban yang kesetrum. 

Waspadalah Teman! Info
Gambar diambil dari sini


Kita sebagai konsumen juga perlu ‘koreksi diri’ lho! Jangan sampai lalai akan pemakaian instalasi listrik yang tidak sesuai standar PLN, pencantolan alat-alat listrik yang sembarangan, penumpukan kabel pada saklar listrik, pencurian, dan sebagainya. 

          Harapan 4 : Tingkatkan kebutuhan SDM yang berkualitas dan profesional

      Dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional, menguntungkan serta memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, PLN seharusnya meningkatkan sistem pendidikan dan pelatihan agar tenaga PLN lebih ‘mumpuni’ di bidang masing-masing.
      Aku setuju, dalam merekayasa energi kelistrikan agar lebih terbarukan, PLN mengadakan pelatihan guru-guru dengan harapan dapat mentransformasi ilmu kepada siswanya, tentang teori kelistrikan, sistem distributir dan konstruksi alat. Sedangkan di bidang mesin juga diberikan materi tentang diesel diantaranya peralatan ukur dan pemulihan mesin diesel. Hal ini perlu dipertahankan karena mengingat generasi muda inilah yang nantinya akan menjadi penerus bangsa dan dapat terus meningkatan pengembangan PLN di segala bidang. [6] 
       Alangkah baiknya PLN merekrut teknisi nuklir terbaik di Indonesia ini, sehingga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit memiliki standarisasi dan kualitas yang baik, tidak mati-hidup-mati, agar kebutuhan listrik dalam negeri bisa merata ke seluruh wilayah di Indonesia dan ekspor listrik demi peningkatan penetrasi di pasar internasional mulai berjalan seiring dengan waktu. [7]

 Harapan 5 : Konservasi energi alternatif yang terfokus pada tiap daerah.
Kisah 'kampung tanpa listrik’ saat ini memang menjadi pekerjaan rumah bagi PLN. Tidak meratanya aliran listrik PLN menyebabkan tingginya angka disparitas. Padahal, banyak sekali energi alternatif yang bisa dimanfaatkan di Indonesia. Kita kan punya potensi Geothermal 25 ribu megawatt, lalu hydro 75 ribu megawatt, belum matahari, angin, biofuel, biomesh, yang semuanya menonjol di maisng-masing daerah. Pemerintah seharusnya fokus untuk mengambangkan potensi energi alternatif di masing-masing daerah, sehingga PLN bisa fokus untuk mempersiapkan infratsruktur pendukungnya.
Biomass Machinery, Info
PLN bisa fokus mengembangkan satu saja energi alternatif yang potensial di tiap daerah, maka Indonesia tidak harus tergantung lagi kepada pembangkit listrik yang mahal. “Kalau satu daerah potensinya biomesh, ya itu yang dikembangkan. Kalau yang lainnya potensial biofuel, ya itu yang harus dikembangkan di daerah tersebut. Jadi harus fokus.
Aku yakin Indonesia bisa memaksimalkan potensi energi alternatif jika ada kerja sama dan komitmen yang kuat antara pemerintah, private sector, dan juga komunitas masyarakat. [8] 

Pembangkit listrik berbahan tebu. 
Gambar dari sini
Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Gambar dari sini
Harapan 6 : Tingkatkan kualitas dan kuantitas program CSR

Tiap tahun, PT PLN (Persero) menganggarkan dana untuk corporate social responsibility (CSR) di seluruh unit-unit PLN se- Indonesia. Mulai dari program beasiswa, acara sosial seperti gelar operasi katarak gratis,  program partisipasi dan pemberdayaan lingkungan dengan memberikan bantuan pendidikan berupa Nation Building Corner (NBC) di ITB dan yang aku ketahui untuk tahun ini ada program Desa Mandiri Energi (DME), membidik desa terpencil yang belum terlistriki. Info dari sini 
Harapanku, PLN semakin meningkatkan program CSR dari tahun ke tahun. Karena melalui inilah, akan terjalin hubungan yang baik dengan pelanggan setia PLN secara langsung maupun tidak. 
Bersyukurlah, begitu kata bapakku bila membahas tentang listrik pada zaman dahulu dan sekarang. Sungguh aku sangat bersyukur, bisa menikmati aliran listrik saat ini, dengan listrik pula aku tahu perkembangan teknologi yang semakin canggih. Terimakasih PLN, semoga sahabatku yang ada di desa terpencil, yang belum terjamah listrik, juga segera bisa menikmati aliran listrik. 
PLN, bentuk kerja kerasmu dalam melakukan perubahan mengelola ketenagalistrikan di ranah manajemen dan pelayanan sangat kami nantikan, Indonesia butuh penerangan (listrik) yang layak guna menyongsong kehidupan yang lebih baik, agar lebih dinamis, bermartabat, dan mencerdaskan generasi masa depan. Karena sejatinya, keberadaanmu telah menjadi cahaya untuk Indonesia.


 Referensi :
[1] Sejarah penemuan listrik. http://ridwanaz.com/umum/sejarah/sejarah- penemuan-listrik-dan-macam-sumber-energi-listrik/ diakses pada tanggal 1 Oktober 1012 pukul 20.00 WIB
[2]  PLN. http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_Listrik_Negara diakses pada tanggal 1 Oktober 1012 pukul 20.00 WIB 
[3] Jumlah Pulau di Indonesia. http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_pulau_di_Indonesia. diakses pada tanggal 2 Oktober 2012 pukul 20.00 WIB
[4] Surat Kabar Jawa Pos-Radar Nganjuk, tanggal 26 September 2012 
[5] Korupsi di PLN. http://regional.kompas.com/read/2012/08/03/17463219/GM.PLN.Sulmapa.Tersangka.Korupsi.Rp.3.7.Miliar. diakses pada tanggal 3 Oktober pukul 21.00 WIB 
[6] Pelatihan Guru SMK oleh PLN. http://bengkuluekspress.com/52-guru-smk-di-upgrading. diakses pada tanggal 3 Oktober 2012, pukul 19.00 WIB
[7] PLN Ditantang Ekspor. http://blog.ub.ac.id/winnyfridayestu/2012/10/09/ditantang-untuk-ekspor-listrikpln-mulai-coba-kembangkan-pltn/. diakses pada tanggal 3 Oktober 2012, pukul 19.00 WIB
[8]  Energi Non Fosil. http://energinonfosil.wordpress.com. diakses pada tanggal 3 Oktober 2012, pukul 19.00 WIB
          

*Tulisan ini diikutkan dalam Konteks Blog Harapanku untuk PLN yang diselenggarakan oleh PLN dan BLOGdetik.





























29 komentar:

  1. Bilik harapan utk PLN...salut Mbak. hehehee...semoga sukses dan salam kenal. kali pertaman sampai sini kayaknya:)

    BalasHapus
  2. Terima kasih mb kunjungannya, salam kenal juga

    BalasHapus
  3. lengkap sekali bahasannya..
    semoga sukses, Nurul :)

    BalasHapus
  4. terimakasih mb, semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi...

    BalasHapus
  5. keren banget mbak lengkap itu sampek sumbernya listrik dari tebu, bisa yaa mbak??

    eeh lucu juga jaman pake lampu teplok kebakar rambutnya sama kepanasan jidadnya, xixixi :D

    Sukses yaa mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hei hei...akhirnya mb niar sampek sini juga. okey makasih ya udah mampir

      Hapus
  6. :) keren! salam kenal mba nurul, :)

    http://damai.malhikdua.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal balik yah, makasih dah berkunjung ^^

      Hapus
  7. Keren banget mbak Nuru Habeebah... Suxes selalu ya... aku ingin berguru neh ke mbak Nurul... boleh ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh2...berguru apa nih? karate, wushu ato pencak silat?hehe*thanks

      Hapus
  8. hm.. bagus artikelnya mbak nurul

    #salam sukses dari Yousake NKRI ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yousake : Salam sukses juga buatmu

      Hapus
  9. harapan kita semua itu mba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mb rahmi...btw jadi kopdar ga nih?di kediri?

      Hapus
  10. Selamat yaa udah jadi pemenang dan dapet 2 jeti.. :)
    Aku ikut terbawa dengan tulisan indah ini... :)

    BalasHapus
  11. selamat ya. pasti senang rasanya jadi pemenang. salam

    BalasHapus
  12. Pantas saja mbak menang. Tulisannya benar-benar bagus,risetnya lengkap. Selamat mbak. Benar2 layak.

    BalasHapus
  13. selamat mbak menjadi salah satu juwara lomba blog PLN... salut :D

    BalasHapus
  14. Terimakasih buat semuanya, nambah semangat buatku untuk selalu berkarya meski baru menapaki dunia blogging

    BalasHapus
  15. tulisan dan ulasan yang keren abissss! jempol 4 deh mba Nurul habeba

    BalasHapus
  16. hehe...makasih jempolnya*mpe 4 lagi

    BalasHapus
  17. tulisannya menarik dan enak dibaca, nice post!!

    congrats ya mbak dapet juara 2:D
    salam kenal...

    BalasHapus
  18. wah klo yang ini pantes menang nih :D

    BalasHapus
  19. Selamat sudah menang hadiah uang sebesar 2 juta

    BalasHapus
  20. Selamat ya mbak, telah menjadi salah satu pemenang.

    BalasHapus
  21. kan pln ngadain lomba lagi, dah ikutan / belom?

    BalasHapus

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...